Kasih Ayah Tak Pernah Bohong
Judul :Ayahku (Bukan) Pembohong
Pengaran :
Tere-Liye
Penerbit :
PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit :
April 2011
Jumlah Halaman: 299
halaman
Novel
ini memang tentang seorang ayah. Kasih seorang ayah kepada anaknya. Tema yang
relatif biasa, bukan? Tidak biasa jika kau membacanya. Cerita ini tidak akan
sama dengan cerita lain. Penulis tidak menulis dengan bahasa yang mendayu-dayu
dengan lihainya, beliau menuliskannya dengan bahasa santai tapi selalu saja
terlihat indah.
Semua
pertengkaran Dam dan istrinya pun tak jauh dari topik ayahnya. Dam tidak ingin
anak-anaknya tumbuh dengan didikan sama seperti dulu ayah mendidiknya. Akhir
dari cerita ini tidak akan kau percaya. Semua disusun oleh penulis dengan
begitu apik.
Banyak
sekali ajaran-ajaran hidup yang ditulis dalam cerita ini. Tentang kejujuran,
kesederhanaan dan kepercayaan. Penggambaran sekolah yang ada di cerita ini juga
keren sekali. Tak pernah ada sekolah yang bisa menandingi akademika Gajah. Sekolah
yang penentuan kelulusannya tidak menggunakan ujian menegangkan seperti yang
biasa dilakukan sekolah-sekolah lain, di akademika Gajah, tak ada ujian tengah
semester, ujian akhir semester maupun
ujian nasional yang selalu terlihat menyeramkan. Kau hanya perlu
melakukan semua pekerjaanmu di sekolah dengan ikhlas dan tulus. Tak masalah
jika kau tak pintar dalam beberapa mata pelajaran, akademika gajah sangat
mengerti bahwa setiap anak punya bakat dan keahlian masing-masing. Jika kau tak
pandai berhitung, mungkin kau pandai mengarang? Kau tak akan merasa
terintimidasi di akademika Gajah, semua anak mempunyai hak yang setara.
Jika
kau berfikir bahwa kau hanya perlu mencintai ibumu yang membesarkanmu sejak
kecil, kau perlu membaca buku ini. Masih ada satu orang lagi yang berhak
mendapatkan cintamu, kasih sayangmu. Bukankah ayah yang selalu menggandeng
tanganmu ketika kau berumur dua-tiga tahun? Tanpa ayah, ibu tak akan sanggup
membesarkanmu sampai sehebat kau sekarang, mungkin begitu.
Dulu,
ketika masih kecil, Dam sangat dekat sekali dengan ayahnya. Dam selalu
menghabiskan semua waktunya dengan ayah. Namun beranjak dewasa, Dam sudah tak
percaya ayah lagi. Dam heran kenapa ayahnya selalu menceritakan sesuatu yang
tak pernah ada. Tentang penguasa angin, lembah bukhara, si raja tidur, semuanya
tak pernah ada. Bahkan, ayah pun berbohong tentang persahabatannya dengan si
nomor sepuluh, pemain sepak bola terkenal itu. Ayah selalu berkata bahwa mereka
berdua bersahabat, tapi setiap Dam ingin bertemu dengannya, selalu saja tak
berhasil.
Hidup
keluarga Dam sangat sederhana. Ayah Dam adalah seorang Pegawai Negri yang jujur
dan bersahaja. Kedua orang tua Dam selalu mengajarkannya untuk hidup sederhana.
Keluarga ini selalu bepergian menggunakan angkutan umum, tak pernah sedikit pun
mereka menggunakan kendaraan pribadi. Seluruh tetangga tahu bahwa keluarga ini
adalah keluarga yang baik dan jujur, maka tak masalah jika rumah mereka kecil,
toh keluarga ini tak pernah kekurangan.
Beranjak
dewasa Dam semakin membenci ayahnya yang tak pernah meminta maaf kepadanya
tentang kebohongan-kebohongan yang dilakukannya. Dam juga menyalahkan ayahnya
tentang ketidakbahagiaan ibunya. Dam fikir ibunya tak pernah bahagia hidup
sederhana, ibunya selalu terlihat lusuh dan tak bahgia. Sepertinya Dam salah.
Penyesalan
dan terlambat adalah dua hal yang selalu hadir pada waktu yang bersamaan. Tak
ada penyesalan yang tak terlambat. Novel ini bukti bahwa kepercayaan harus kita
bangun sejak dini. Kadang, kau harus mempercayai apa yang kau dengar, tanpa
bisa kau melihatnya. Terkadang kau harus percaya dengan sesuatu yang tak bisa
kau lihat. Kau hanya perlu percaya.
Novel
ini bukan hanya untuk orang dewasa, anak-anak pun akan senang membacanya.
Banyak cerita-cerita imajinatif yang dibuat pengarangnya sehingga merangsang
otak kita untuk berkhayal. Bukankah sekarang sulit untuk mencari buku bacaan
imajinatif untuk anak yang mendidik? Tak akan salah jika kau memilih buku ini.
Jika kau belum bisa menemukan alasan untuk apa kau mencintai ayahmu, dalam buku
ini kau akan menemukan jawabannya. Jadi, tunggu apa lagi? selamat membaca.
Comments
Post a Comment