Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2015

Tak Pandai Berdamai

beri aku waktu. aku butuh waktu. untuk sendiri, berfikir. aku memang lamban, aku sendiri gerah. aku cari, tak kutemukan yang bisa aku sombongkan. satupun aku tak punya. aku sendiri, memperbaiki diri. biarkan aku, aku mohon, diamkan saja aku. aku benar-benar, untuk kali ini, butuh sendiri. argh. setiap aku sedang berusaha memperbaiki diri, selalu ada kesalahan baru. aku tak pernah lihai berdamai. bukan maksudku. tak ada niatan. bahkan mungkin, sekarang sudah terlambat. maaf jika bagi kalian, aku pecundang. memang. maaf.

Tak Usah Muluk-muluk

"besok pasti menyenangkan," aku selalu suka berharap lebih "tak sabar rasanya menunggu besok tiba," bayangan kesenangan yang selalu muncul lalu besoknya menyebalkan, lalu besoknya mengesalkan, lalu besoknya menyedihkan, lalu besoknya menyesal salah siapa? suruh siapa berharap? suruh siapa menunggu besok menyenangkan? lihat saja apa ya akan selalu menyenangkan? toh menyebalkan dan segala rasa yang senada masih menunggu giliran untuk datang.

Kursiku Cukup

aku bersama semuanya aku berdiri berjajar dengan semuanya suaraku terdengar, suara mereka pun sangat jelas aku di sana bersama melihat lelaki itu kesepian lelaki yang merebahkan tubuhnya di kursi seberang, sendiri tak berteman Ku dengar dia selalu sendiri tak perlu berbagi tempat dengan kawan tak perlu menyimpan dendam semoga aku selalu bersama dengan prasangka baik semoga kursi yang ku bagi cukup, agar tak ada yang berdiri tersakiti.