Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Pundak Bertuliskan 'Hunian'

aku ingin setiap hariku selalu seperti hari ini. aku tak ingin muluk-muluk, hanya saja, berbagi itu indah. terima kasih Tuhan untuk hari ini. maaf jika aku selalu lupa untuk bersyukur. dan terlalu sering mengeluh. kata orang, bertemanlah dengan mereka yang baik. dan kurasa, aku mendapatkannya. dia memang tak terlalu suka dengan cara berpakaianku yang menurutnya masih 'urakan'. "mbok ya pake kerudungnya di doble ta Jeng, rambutmu tuh masih keliatan...", "itu loh Jeng lenganmu tu kurang panajng... ", "bajumu turunin dikit biar nutupin bokong, kamu mau semua orang liat bokong kamu?", "kamu tuh udah gede, jadi udah dibicarain orang, jaga sikap Jeng". entah, aku tak pernah tersinggung dengan semua kata-katanya. aku senang. aku bersyukur masih ada yang peduli dengan semua tingkah lakuku. hanya saja, untuk berubah seperti apa yang dia nasehatkan kepadaku, aku belum bisa. tapi sedang berusaha :D perlahan-lahan, dia jadi sudah sering terbuka de...

Aku Kasih Tahu Saja

Aku tak meragukan kasih sayang Bapak Ibuk, hanya saja sebenarnya aku penasaran. jika di gambarkan pada tembok, sebesar apa sayang mereka? sejauh mana sayang mereka? Aku pernah, merasa pusing sampai mau mati rasanya, aku merasa teman pun tak ada yang menolong. aku lelah. ibuk menelepon. bapak ada di sebelahnya sambil mendengarkan percakapanku dengan ibuk. aku menangis mengeluhkan sakit kepalaku. tak biasanya aku menangis hanya karna sakit kepala. setelahnya, aku menyesal seumur hidup. aku tak tau kalau tangisan sakit kepalaku itu sudah membuat mereka sakit kepala pula. aku hanya tau, setelah tangisku, mereka berusaha melakukan apa pun yang bisa mereka jangkau dari jauh. aku tak tau kalau mereka sangat mengkhawatirkan sakit kepalaku saat itu. mungkin mereka pikir, "anakku tak pernah sampai menangis saat sakit kepala, apakah saking parahnya sakit kepala anakku hingga menangis pula dia?". Aku benar-benar menyesal seumur hidup. harusnya aku tak menguji sayang mereka. sebesar apa...

(Sudah) Dua Puluh Tahun

baik benar seharusnya bisa dikenali saat kita beranjak dewasa... aku lihat, memang benar, kedewasaan tak terletak pada usia. aku tak melihat dewasa itu ada ketika aku bersinggungan dengannya. begitu juga aku melihat diriku. masih sering aku dapati diri mengumpat. memaki tanpa ada kontrol hati. tua tak berarti dewasa. apalah arti dua puluh tahun, jikalau untuk berteman saja masih bermasalah, Jeng...

Anak Rindu Bapak

waktu bapak masih bisa memangkuku, aku hanya tahu bahwa bintang memang bersinar. namun aku tak pernah sekali pun mencari tahu, apa alasan bintang itu bersinar. aku hanya tahu, betapa bahagia ketika melihat bintang bersinar sambil berada di pangkuan bapak... apa bintang yang sekarang berbeda? aku tak pernah menduga, alasan bintang bersinar tiba-tiba ada di depanku. aku tak mengerti, mengapa bintang yang sekarang bersinar tak lagi membuatku bahagia? apakah aku terlalu sering melihat bintang bersinar, sehingga itu tak lagi istimewa? lalu aku pejamkan mata. tarik nafas dan sadar, sekarang aku memandang bintang sendirian. itulah mengapa bintang bersinar tak lagi sempurna. tak ada bapak yang memangkuku. aku rindu, Pak... kenapa semua tak sama seperti bapak? kenapa tak semua sehangat bapak... pak, anakmu sakit...

Resensi Buku Tere Liye

Kasih Ayah Tak Pernah Bohong Judul                 :Ayahku (Bukan) Pembohong Pengaran           : Tere-Liye Penerbit             : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit      : April 2011 Jumlah Halaman: 299 halaman Novel ini memang tentang seorang ayah. Kasih seorang ayah kepada anaknya. Tema yang relatif biasa, bukan? Tidak biasa jika kau membacanya. Cerita ini tidak akan sama dengan cerita lain. Penulis tidak menulis dengan bahasa yang mendayu-dayu dengan lihainya, beliau menuliskannya dengan bahasa santai tapi selalu saja terlihat indah. Ini kisah tentang seorang ayah yang ingin anak semata wayangnya tumbuh berbeda dari anak-anak lain. Semasa kecil, Dam selalu senang mendengar cerita ayahnya. Ayah selalu menceritakan tentang teman-temannya, seperti Si nomer sepulu...

Ada Yang Tak Pernah Aku Sesali

     Dulu, waktu aku kecil, aku diasuh sama bulek aku, adek kedua dari ibuk. aku dekeeet banget sama dia nempel dan gak mau pisah. kalau dia mau ke mana pun juga, aku harus ikut. kalo gak sengaja dia pergi tanpa aku, aku bakal nangis dan minta ngulang kejadian itu lagi sambil ngajak aku. pokoknya manja banget deh. aku aja kalo jadi bulek waktu itu aku bakal nabok aku kecil deh. ngeselin. terus mungkin karena itu juga, waktu bulekku punya anak untuk pertama kalinya, aku jadi sayang banget sama anaknya. namanya syifa. secantik namanya. sumpah.      Dari kecil, aku yang suka main sama dia, dandanin dia, beliin baju dia, beliin boneka barbie kesukaan dia, main pasar-pasaran sama dia, sampe kalo aku mau pergi tuh gak tega kalo gak ngajak dia. sampe sekarang aku udah kuliah di luar kota aja, selalu, setiap aku akan pulang kampung, aku selalu ingin membelikan sesuatu buat syifa. entah baju, entah boneka, apa saja yang membuat syifa senang. sekaran...

Kapok

seharusnya memang ada beberapa orang yang tahu alasanku tak ingin cepat cepat balik jogja. iya. ada beberapa. aku memang tak pernah bisa menyimpan semua ceritaku sendiri. selalu ada saja orang lain yang akan aku beritahu tentang ceritaku. walau pun kadang, aku merasa telah menceritakan kepada orang yang salah. bego. gak papa. toh selalu aku ulangi lagi. cuek deh. entah. aku merasa jahat aja sama orang rumah. pas lagi seneng-seneng aja lupa kalo ada rumah, eh pas ada masalah, selalu pengen pulang rumah. inget orang rumah pas lagi sedih doank. baru inget kalo gak ada orang yang bener-bener tulus sayang sama kamu kecuali keluarga. gak ada. bulshit kalo ada. gak percaya. wek. hoek. eneg. aku pengen di rumah aja. di sana aku sendirian og. minta tolong sekeras apa pun tetep ga ada yang denger. udah ah. ga mau gampang percaya.

Dream High. Dream, Believe, Love. ^^

      Aku gak tahu ya, in my opinion, cerita drama mau pun film, aku suka sama korea selatan. jepang sama thailand juga sih. ceritanya tuh agak masuk akal aja, gak maksa terjadi ^^ yah, terserahlah kalo aku bakal dimusuhin gegara suka sama drama korea [ya kaleeeeee :D].      Awalnya, aku gak menanggapi dengan WOW sih setiap drama yang aku tonton. ya sekedar ikut menghayati dikit :p kemudian, hari yang menjanjikan itu pun tiba. torengtoreeeeeeeeeeeeeeeengjengjengjeeeeeeeeeeeeeng!       Waktu itu aku kelas tiga SMA deh, akhir-akhir gitu, jadi keliatan banget nganggurnya. dulunya, aku gak terlalu ngikutin banget drama korea yang lagi diputer, cuma sekedar nonton, itu aja kalo lagi inget. emang gak terlalu aku inget-inget juga. tapi hari itu beda men. drama korea yang biasa aku tonton ternyata udah tamat dan sekarang ganti judul baru. tau gak judulnya apa? ayooo tebak dulu donk... masak belum apa-apa udah nyerah sih? gak ...