Skip to main content

Aku Kasih Tahu Saja

Aku tak meragukan kasih sayang Bapak Ibuk, hanya saja sebenarnya aku penasaran. jika di gambarkan pada tembok, sebesar apa sayang mereka? sejauh mana sayang mereka?
Aku pernah, merasa pusing sampai mau mati rasanya, aku merasa teman pun tak ada yang menolong. aku lelah. ibuk menelepon. bapak ada di sebelahnya sambil mendengarkan percakapanku dengan ibuk. aku menangis mengeluhkan sakit kepalaku. tak biasanya aku menangis hanya karna sakit kepala. setelahnya, aku menyesal seumur hidup. aku tak tau kalau tangisan sakit kepalaku itu sudah membuat mereka sakit kepala pula. aku hanya tau, setelah tangisku, mereka berusaha melakukan apa pun yang bisa mereka jangkau dari jauh. aku tak tau kalau mereka sangat mengkhawatirkan sakit kepalaku saat itu. mungkin mereka pikir, "anakku tak pernah sampai menangis saat sakit kepala, apakah saking parahnya sakit kepala anakku hingga menangis pula dia?".
Aku benar-benar menyesal seumur hidup. harusnya aku tak menguji sayang mereka. sebesar apa, sejauh apa, peduli setan. ternyata, jika kau sediakan tembok besar cina pun tak kan pernah cukup. mau kau beri jalan sepanjang apa pun, masih kurang jauh untuk mengukur sayang mereka.
Aku sarankan ke kalian, jangan sekali-kalilah ngetes sayang bapak ibuk kalian. capai cita-cita saja, peduli setan sama omongan orang. aku bilang, kasih sayang ibuk bapak tak pernah sebanding dengan yang mana pun. udah.

Comments