Skip to main content

Posts

Ternyata Masakan Ibuk Enak!

   Kata ibuk, bulek kalo masak bisa berbagai jenis masakan selesai dalam satu waktu. Maklum, bulek emang lulusan SMK tataboga. Kalo ibuk, gak bisa, katanya. Ibuk jarang masak yang aneh-aneh sih, di samping gak bisa, juga gak punya cukup waktu bikinnya. Dalam sehari, biasanya ibuk masak sekali. Sehabis solat subuh biasanya ibuk langsung masak buat kami sarapan. Siang dan sore ibuk sudah lelah.    Masakannya tumisan, tempe goreng, dan pecak panggang (sambel panggang sih biasa kami nyebutnya). Tumisannya gonta-ganti tapi itu-itu aja hehehe. Tumis tempe, tumis tahu, tumis kacang panjang wortel, dan diulang lagi. Pecak panggang itu pecak ikan sejenis ikan pindang tapi ikannya diasap. Gitulah, aku bingung kalo soal memdeskripsikan sesuatu hehe maap yah. Udah gitu doang. Paling kalo weekend masaknya kadang agak beda. Sayur lodeh nangka muda, sayur sop, sayur asem, soto, opor (ini biasanya khusus kalo anak-anaknya pulang dari rantau), atau malah males masak haha.  ...

Ini, Yang Ada di dalam Kepala

Ini, yang ada di dalam kepala, belakang tak kunjung berhenti gemuruhnya. Tak tahu juga cara bagaimana bisa tenang seperti sedia kala, setidaknya seperti saat-saat sedang bahagia. Sesekali, merasa semua bisa dilalui, bisa dilewati, sesekali dua kalipun terasa tak sanggup lagi. Ini, yang ada di dalam kepala, saling beradu ingin dipenuhi, ingin diberi jatah bagiannya. Mana bisa? Kan?

Obat Rindu Adalah Bertemu

Menjadi diriku sekarang, aku tak pernah menyesal. tak akan. Jika beberapa saat muncul sesal, pasti cuma kumat, gak beneran *hahahaaaa*. setelah aku tengok ke belakang akhir-akhir ini, ternyata udah jauh ya... jadi sedih. Buat berhayal jadi anak SMA lagi sepertinya udah kejauhan, dan kebangetan. padahal sih, pengen. setelah sampai sini, saat ini maksudnya, sekarang ini, gak nyesel sih, cuma bolehlah ya kalo ditawarin buat ngulang *haks*. Ngulang dari semester satuuuu aja cukup, dari situ, akan berarti sekali kalo dikasih kesempatan ngulang hidup. kalo ditilik satu per satu peristiwa, bolehlah ya aku punya beberapa penyesalan *haks* *gak konsisten* *maap ya* *emang gini*. Ngebayangin bisa memperbaiki beberapa kesalahan sepertinya menyenangkan... Tapi, melihat hidupku sampai sekarang ini, aku bersyukur, i have everything, khususnya teman, sahabat, saudara. teman jadi sahabat. sahabat serasa saudara. Dan bersamaan dengan itu semua, terima kasih pengalaman!  Dari awal aku memutuskan ...

Tak Pandai Berdamai

beri aku waktu. aku butuh waktu. untuk sendiri, berfikir. aku memang lamban, aku sendiri gerah. aku cari, tak kutemukan yang bisa aku sombongkan. satupun aku tak punya. aku sendiri, memperbaiki diri. biarkan aku, aku mohon, diamkan saja aku. aku benar-benar, untuk kali ini, butuh sendiri. argh. setiap aku sedang berusaha memperbaiki diri, selalu ada kesalahan baru. aku tak pernah lihai berdamai. bukan maksudku. tak ada niatan. bahkan mungkin, sekarang sudah terlambat. maaf jika bagi kalian, aku pecundang. memang. maaf.

Tak Usah Muluk-muluk

"besok pasti menyenangkan," aku selalu suka berharap lebih "tak sabar rasanya menunggu besok tiba," bayangan kesenangan yang selalu muncul lalu besoknya menyebalkan, lalu besoknya mengesalkan, lalu besoknya menyedihkan, lalu besoknya menyesal salah siapa? suruh siapa berharap? suruh siapa menunggu besok menyenangkan? lihat saja apa ya akan selalu menyenangkan? toh menyebalkan dan segala rasa yang senada masih menunggu giliran untuk datang.

Kursiku Cukup

aku bersama semuanya aku berdiri berjajar dengan semuanya suaraku terdengar, suara mereka pun sangat jelas aku di sana bersama melihat lelaki itu kesepian lelaki yang merebahkan tubuhnya di kursi seberang, sendiri tak berteman Ku dengar dia selalu sendiri tak perlu berbagi tempat dengan kawan tak perlu menyimpan dendam semoga aku selalu bersama dengan prasangka baik semoga kursi yang ku bagi cukup, agar tak ada yang berdiri tersakiti.

biarkan

bahagia ya, sama dia. kata mereka, aku cuma kalah cepet. dia lebih dulu menemukanmu. tapi mungkin, lebih dari itu, aku memang masih kalah banyak. untuk sekarang, aku ingin membiarkan pikiran dan hatiku bersantai. mereka telah bekerja keras kemarin. jika nanti mereka sudah pulih, entah kau ataupun siapa, semoga tak membuat mereka lelah lagi. semoga akupun bisa bahagia sepertimu, atau, bahagia bersamamu :’)

Pundak Bertuliskan 'Hunian'

aku ingin setiap hariku selalu seperti hari ini. aku tak ingin muluk-muluk, hanya saja, berbagi itu indah. terima kasih Tuhan untuk hari ini. maaf jika aku selalu lupa untuk bersyukur. dan terlalu sering mengeluh. kata orang, bertemanlah dengan mereka yang baik. dan kurasa, aku mendapatkannya. dia memang tak terlalu suka dengan cara berpakaianku yang menurutnya masih 'urakan'. "mbok ya pake kerudungnya di doble ta Jeng, rambutmu tuh masih keliatan...", "itu loh Jeng lenganmu tu kurang panajng... ", "bajumu turunin dikit biar nutupin bokong, kamu mau semua orang liat bokong kamu?", "kamu tuh udah gede, jadi udah dibicarain orang, jaga sikap Jeng". entah, aku tak pernah tersinggung dengan semua kata-katanya. aku senang. aku bersyukur masih ada yang peduli dengan semua tingkah lakuku. hanya saja, untuk berubah seperti apa yang dia nasehatkan kepadaku, aku belum bisa. tapi sedang berusaha :D perlahan-lahan, dia jadi sudah sering terbuka de...

Aku Kasih Tahu Saja

Aku tak meragukan kasih sayang Bapak Ibuk, hanya saja sebenarnya aku penasaran. jika di gambarkan pada tembok, sebesar apa sayang mereka? sejauh mana sayang mereka? Aku pernah, merasa pusing sampai mau mati rasanya, aku merasa teman pun tak ada yang menolong. aku lelah. ibuk menelepon. bapak ada di sebelahnya sambil mendengarkan percakapanku dengan ibuk. aku menangis mengeluhkan sakit kepalaku. tak biasanya aku menangis hanya karna sakit kepala. setelahnya, aku menyesal seumur hidup. aku tak tau kalau tangisan sakit kepalaku itu sudah membuat mereka sakit kepala pula. aku hanya tau, setelah tangisku, mereka berusaha melakukan apa pun yang bisa mereka jangkau dari jauh. aku tak tau kalau mereka sangat mengkhawatirkan sakit kepalaku saat itu. mungkin mereka pikir, "anakku tak pernah sampai menangis saat sakit kepala, apakah saking parahnya sakit kepala anakku hingga menangis pula dia?". Aku benar-benar menyesal seumur hidup. harusnya aku tak menguji sayang mereka. sebesar apa...

(Sudah) Dua Puluh Tahun

baik benar seharusnya bisa dikenali saat kita beranjak dewasa... aku lihat, memang benar, kedewasaan tak terletak pada usia. aku tak melihat dewasa itu ada ketika aku bersinggungan dengannya. begitu juga aku melihat diriku. masih sering aku dapati diri mengumpat. memaki tanpa ada kontrol hati. tua tak berarti dewasa. apalah arti dua puluh tahun, jikalau untuk berteman saja masih bermasalah, Jeng...